Friday, October 21, 2011

Model OSI

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringanyang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
§                     Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
§                     Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
§                     Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Modelpun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.
OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut
Lapisan ke-
Nama lapisan
Keterangan
7
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6
Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation(dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4
Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melaluiinternetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2
Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnyaEthernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.





sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Model_OSI

Wednesday, March 16, 2011

Reset Manual Printer Canon MX308

Hits:
  1. Cabut kabel dari stop kontak
  2. Kemudian tekan tombol power, tahan sekaligus tancapkan lagi kabel ke stop kontak
  3. Tetap tahan tombol power dan pencet 2 kali tombol stop/reset
  4. Lepas tombol power
  5. Printer sekarang dalam safe mode pabrik
  6. Tekan “>” sebelah kanan tombol “OK” sekali saja pilih ” Shipping Mode 3”
  7. Tekan tombol “OK”
  8. Tekan “OK” lagi untuk menu "Without cleaning"
  9. Kemudian test print
  10. Buka kover seperti mau ganti katridge
  11. Cabut kabel dari stop kontak
  12. Lepas kedua katridge
  13. Tutup kover lagi (katridge jangan dipasang dulu)
  14. Tancapkan kabel ke stop kontak lagi
  15. Hidupkan printer
  16. Pasang lagi kedua katridge, printer siap di pakai lagi

Friday, February 25, 2011

Cara Membuat Streaming Radio dari server sendiri ::.

Dikirim oleh : Po3nX, pada 06-02-2011, kategori : Tips & Trick
"
Beberapa hari yang lalu sempat janji mau bikinkan tutorial untuk cara mudah membuat server streaming radio sendiri, tanpa harus membayar hosting server, tapi berhubung banyak kesibukan lain, baru sekarang sempat ngetik - ngetik tutorialnya.
Ada beberapa software yang bisa digunakan untuk membuat server streaming radio sendiri, diantaranya bisa menggunakan Icecast server, atau bisa juga menggunakan SHOUTcast Distributed Network Audio Server (DNAS), nah dalam tutorial kali ini saya akan menggunakan Shoutcast DNAS versi 1.9.8 (versi stabil untuk saat ini). Shoutcast DNAS ini bisa jalan di Linux, Windows, MAC OSX maupun Free BSD, memang akan lebih baik jika kita menggunakan Linux sebagai server, akan tetapi untuk tutorial kali ini saya akan menyampaikan bagaimana membuat server radio streaming langsung dari pc Windows anda."
Apa saja yang harus disiapkan untuk membuat server streaming radio sendiri ?:
1. Koneksi Internet (tentu wajib jika anda ingin streaming anda bisa didengarkan oleh public)
2. SHOUTcast DNAS v1.9.8 ( bisa didownload di http://yp.shoutcast.com/downloads/sc1-9-8/shoutcast-dnas-1-9-8-windows.exe )
3. Winamp (disarankan yang versi 5.4 keatas)
4. SHOUTcast DSP Plug-In for Winamp ( bisa didownload di http://download.nullsoft.com/shoutcast/tools/shoutcast-dsp-2-1-3-windows.exe )
5. DynDNS updater ( bagi yang tidak memiliki koneksi internet dengan static IP, supaya alamat streaming anda tidak menggunakan IP address dan otomatis update setiap anda terkoneksi ke internet )

Ok, kita mulai saja installasinya,
Pertama kita install dulu Shoutcast DNAS nya, untuk saat ini versi yang stabil adalah versi 1.9.8, saya pernah mencoba versi terbarunyaakan tetapi masih menemui berbagai kendala saat streaming didengarkan dari winamp clientnya, oleh karena itu saya sarankan anda menggunakan yang versi 1.9.8 saja, pada saat installasi ketika anda disuruh memilih paket apa yang akan diinstall anda pilih saja Server (GUI version dan DNAS Config files and readme atau lebih jelasnya lihat screenshoot berikut :



Lanjutkan proses installasinya klick next hingga selesai.
OK, server sudah siap sekarang kita perlu winamp beserta DSP pluginnya untuk shoutcast radio kita ke server yang telah kita install sebelumnya. jika anda sudah memiliki winamp maka anda tinggal menginstall SHOUTcast DSP pluginnya, akan tetapi jika anda belum menginstall Winamp di pc anda maka anda harus menginstall Winamp terlebih dahulu setelah itu baru install SHOUTcast DSP pluginnya. untuk proses installasinya tidak akan saya jelaskan secara detail, anda tinggal double klick pada file installernya kemudian ikuti perintahnya.
Setelah Winamp beserta DSP pluginnya terinstall berikutnya jalankan Winamp anda kemudian klick pada menu Options --> Preferences lalu click pada DSP/Effect lalu klick pada Nullsoft SHOUTcast source DSP v.2.1.3, atau lebih jelasnya lihat screenshoot berikut:



setelah anda click pada Nullsoft SHOUTcast source DSP v.2.1.3 maka jendela pluginnya akan terbuka, kurang lebih seperti berikut ini:



setelah muncul jendela seperti diatas maka jendela Winamp Prefferences bisa anda tutup,
OK, plugin sudah siap sekarang kita perlu menjalankan SHOUTcast servernya sebelum melakukan streaming, tapi sebelumnya kita perlu mengedit file configurasinya, file konfigurasinya ada defaultnya ada di c:\Program Files\SHOUTcast\sc_serv.ini
adapun konfigurasi yang perlu diedit adalah sbb:

MaxUser=100(isi dengan maksimum user yang bisa mendengarkan streaming kita)
Password=test123 (ganti dengan password yang akan dipake untuk melakukan koneksi dari Winamp Plugin )
PortBase=8000 (ganti dengan port yang akan digunakan, defaultnya 8000)

simpan file konfigurasi tersebut kemudian jalankan servernya, caranya anda jalankan dari start menu --> All Programs --> SHOUTcast DNAS --> SHOUTcast DNAS (GUI ) maka akan tampil jendela sbb:



OK, server sudah siap, sekarang kita tinggal setting pada DSP Plugin di winampnya, pada jendela DSP winamp anda click pada tab Output, kemudian click pada tab Yellowpages, centang pada Make this server public (recomended), kemudian isi Description, URL, Genre, AIM,ICQ,IRC dengan informasi radio anda, kemudian untuk track titlenya jika anda langsung broadcast lagu - lagu dari winamp anda bisa mencentang use winamp, atau jika anda broadcast dari line in anda bisa mengisi dengan nama radio anda pada bagian Now, lihat screenshoot berikut:



masih pada tab Output, click pada tab encoder, Encoder Type-nya pilih MP3 Encoder, kemudian Encoder Settingnya pilih 56kbps, 44.100kHz, stereo, atau sesuaikan dengan kemampuan koneksi anda, lihat screenshoot berikut:



kemudian klick pada tab Connection, pada bagian Address masukkan localhost, kemudian pada port masukkan port sesuai dengan file konfigurasi tadi, jika anda tidak merubah portnya maka defaultnya 8000, kemudian pada Password, masukkan password sesuai dengan setting konfigurasi di atas misalkan test123, lalu centang pada Auto Connect maka shoutcast anda akan otomatis terkoneksi ke server anda, dan anda bisa lihat pada bagian status jika anda telah terkoneksi maka anda bisa melihat timernya kemudian jumlah bytes sent-nya, perhatikan screenshoot berikut ini untuk lebih jelasnya :



OK langkah selanjutnya adalah mengatur input ke servernya, anda bisa menggunakan input melalui Line In, atau jika anda ingin melakukan broadcast lagu2 yang sedang anda putar di winamp anda bisa memilih inputnya dari winamp, lihat screenshoot berikut:



Sampai pada tahap ini jika anda menggunakan koneksi dengan mode Dial Up langsung dari PC yang anda gunakan, maka streaming anda bisa langsung didengarkan melalui winamp atau Windows media Player melalui alamat ip public anda dengan alamat : ip_public:port/listen.pls, contohnya jika ip_public anda 125.160.40.1 kemudian di file konfigurasi anda menggunakan port 8000, maka alamat streaming anda adalah http://125.160.40.1:8000/listen.pls, anda bisa melihat ip public anda dengan mengunjungi web http://www.whatismyip.com/


tapi jika anda terkoneksi ke internet dengan modem ADSL (misalkan speedy) dengan mode PPPoE/Routing maka anda perlu mengubahnya menjadi mode Bridge, kemudian membuat Dial Up ke modem dari pc anda, karena tanpa mode Bridge, maka ketika user membuka alamat sesuai ip public anda maka user tersebut akan terkoneksi ke modem anda, bukan ke pc anda secara langsung, tentang bagaimana cara merubah mode koneksi ini silahkan anda cari melalui paman Google, banyak sekali artikel - artikel yang telah membahasnya.

Atau cara lainnya jika anda tidak ingin repot2 mengganti mode koneksi, yang tentunya juga akan merubah setting gateway di jaringan LAN anda, maka anda bisa menggunakan fasilitas Port Forwarding di modem anda, caranya dengan membuat Virtual Server di modem anda, sebagai contoh saya menggunakan modem HUAWEI SmartAX MT882a, maka langkah untuk setting Port Forwardingnya adalah sbb:
login ke admin modem anda melalui browser, kemudian klick pada Basic --> NAT --> Virtual Server, seperti screenshoot berikut:



setelah itu silahkan masukkan portnya sebagai berikut:



setelah setting disimpan, restart modem anda, maka sekarang streaming anda sudah bisa diakses dari public, akan tetapi jika anda menggunakan koneksi internet yang tidak memberikan static IP kepada anda, anda pasti akan mengalami masalah ketika modem anda restart, karena alamat ip anda akan otomatis berubah, dan ini pasti sangat merepotkan, untuk itu anda perlu membuat account di DynDNS (http://www.dyndns.com/) yang akan mengganti alamat ip anda dengan alamat domain, anda boleh mendaftar secara gratis melalui alamat https://www.dyndns.com/account/services/hosts/add.html silahkan masukkan hostnamenya dengan alamat yang anda kehendaki kemudian Service typenya pilih Host with IP address, kemudian pada IP address masukkan alamat ip anda, lihat scrreenshoot berikut :



lanjutkan proses registrasinya, dan setelah selesai kemudian download dan install DynDNS updaternya dari alamat https://www.dyndns.com/support/clients/ supaya setiap kali pc anda terkoneksi ke internet maka domain anda akan terupdate sesuai dengan alamat ip anda, sehingga sekarang alamat streaming anda tidak akan berubah - ubah, misalkan http://po3nx.mine.nu:8000/listen.pls

thank for

Po3nX

Friday, January 28, 2011

SNR Margin dan Line Attenuation jaringan ADSL Speedy
kredit buat mas micro di forum http://clearos-indonesia.com


Tabel 1: Klasifikasi SNR_Margin (Signal-to-Noise Margin)
-------------------------------- Makin TINGGI makin BAIK
--------------------------------------------------------
29,0 dB ~ ke atas = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 28,9 dB = Excellent (bagus) • Koneksi stabil.
11,0 dB ~ 19,9 dB = Good (baik) • Sinkronisasi sinyal ADSL dapat berlangsung lancar.
07,0 dB ~ 10,9 dB = Fair (cukup) • Rentan terhadap variasi perubahan kondisi pada jaringan.
00,0 dB ~ 06,9 dB = Bad (buruk) • Sinkronisasi sinyal gagal atau tidak lancar (ter-putus²).
--------------------------------------------------------

Tabel 2: Klasifikasi Line Attenuation (Redaman pada Jalur)
---------------------------------- Makin RENDAH makin BAIK
----------------------------------------------------------
00,0 dB ~ 19,99 dB = Outstanding (bagus sekali)
20,0 dB ~ 29,99 dB = Excellent (bagus)
30,0 dB ~ 39,99 dB = Very good (baik)
40,0 dB ~ 49,99 dB = Good (cukup)
50,0 dB ~ 59,99 dB = Poor (buruk) • Kemungkinan akan timbul masalah koneksi (tidak lancar, dsb).
60,0 dB ~ ke atas = Bad (amburadul) • Pasti akan timbul banyak gangguan koneksi (sinyal hilang, tidak bisa connect, dsb).
----------------------------------------------------------

Referensi:
Disarikan dari berbagai sumber
AT&T|Alcatel|Cisco|ComCast|Verizon|BellSympatico|Whirpool|DSLReports|WebA


Di mana nilai SNR Margin (SNRM) dan Line Attenuation (LA) dapat diperoleh?

Jika mode pemakaian modem menggunakan PPPoE / PPPoA (alias Routing Mode, atau tidak di-Bridge), nilai SNRM dan LA dapat diketahui melalui halaman manajemen (web management interface) modem/router ADSL masing². Biasanya pada bagian yg berkaitan dgn "Statistic", "Diagnostic", "Connection Log", "DSL Status", dan semacamnya.

Kalau di-Bridge, anda harus masuk ke modem/router melalui fasilitas Telnet dan memakai instruksi² CLI (Command Line Interface) untuk menampilkan data/informasi yg diinginkan. Detail dan syntax perintah mungkin berbeda untuk tiap merk dan model (karena perbedaan chipset, firmware, dsb). Lihat user manual dan/atau handbook CLI yg diterbitkan pembuat modem/chipset/firmware.

Tip: Kalau tidak mau repot, reset modem/router-nya dan connect kembali dgn mode Router atau Bridge+Route (PPPoE/PPPoA), pokoknya asal jangan mode Bridge murni.

PENTING !
ReSet (hard reset; cold reset) tidak sama dengan ReBoot atau ReStart. Me-reset modem/router ADSL akan menghapus SEMUA konfigurasi user dan mengembalikan setting ke factory default. Sebelum me-Reset modem, catat dulu:

* Nomer VPI dan VCI (data konfigurasi dasar koneksi ADSL TelkomSpeedy)
* Nomer Account (14xxXXxxXXxx@telkom.net) dan Password TelkomSpeedy.
* Administrator UserName dan Administrator Password dari modem/router ADSL.

Data di atas dibutuhkan unt bisa connect lagi dgn mode Router ataupun Bridge+Route.

Contoh kasus: Koneksi sering terputus, lambat, tidak bisa connect, dsb.

Bila perolehan nilai SNRM dan LA kita ternyata pada level cukup untuk memperoleh koneksi yg normal, kemungkinan letak sumber masalah bisa diredusir dgn [untuk sementara] mengesampingkan hal² yg berkaitan langsung dgn komponen primer pada infrastruktur jaringan, baik itu primary hardware kita sendiri ataupun milik provider.

Yang namanya "komunikasi" selalu melibatkan lebih dari satu partisipan (minimal dua). Sepanjang jalur (medium) komunikasi-nya oke, bila ada kelambatan atau hambatan lainnya, bisa jadi disebabkan karena masalah "persepsi" (kompatibilitas software, perbedaan protokol komunikasi, dsb). Ini menyebabkan message (isi pesan yg hendak dikomunikasikan) harus di-retransmit ber-ulang²; dan pihak penerima otomatis harus decoding/recoding ber-ulang² juga -- terjadilah perlambatan, atau malah gagal sama sekali karena kedua partisipan akhirnya "menyerah" (berhenti bertukar sinyal/data). Di mata user hal tsb sama dengan koneksi lambat (karena tersita pengulangan proses transmisi), atau gagal connect (tujuan koneksi tidak tercapai). Kita bisa lihat dalam kasus ini permasalahannya tidak pada gangguan medium namun lebih pada "tata-cara" berkomunikasi.

NOTE:

Bagi yg masih awam dgn dunia teknologi informasi, bila anda belum dapat menangkap maksud tersembunyi dari berbagai analogi yg terkandung dalam paragraf di atas, sekedar beberapa keterangan singkat berikut ini mungkin bisa membantu.

* Protocol: Browsing, Download, Chatting, Transfer File, dan berbagai bentuk kegiatan lainnya via Internet, dapat terselenggara berkat adanya standar "tata-cara berkomunikasi" yg disebut "protocol" dan "sub-protocol". Tanpa standarisasi aturan tsb berbagai macam mesin tidak akan dapat saling berhubungan atau mengerti apa yg harus dikerjakan.

* Coding/Decoding: Sinyal (code) dan Data (informasi) harus disampaikan dalam format, susunan dan ukuran yang "telah disepakati", dalam arti "dimengerti" oleh semua pihak/perangkat yg terlibat.

* Transmit/Re-transmit: Sinyal & Data boleh (dan harus) dikirim ulang jika penerima melaporkan apa yg telah diterimanya sampai saat itu tidak/belum sesuai dgn segala yg telah disepakati ketika pertama kali kontak (handshake). Tergantung bagaimana penulisan kode software-nya, frekuensi & format transmisi dapat berubah. Frekuensi bisa dipercepat atau diperlambat. Format bisa dipendekkan, dipanjangkan, dirubah bentuk dan/atau susunannya, dsb.

* Di antara Pengirim (initiator) dan Penerima (receptor) bisa terdapat lebih dari satu Perantara (mediator). Salah satu mediator itu misalnya adalah mesin yg secara generik disebut Router -- tugasnya memilih/menganalisa/memformat-ulang/menyampaikan bit² yg melaluinya ke pihak berikutnya (yg bisa merupakan Router atau mesin jenis lainnya). Setelah pesan diterima, receptor wajib memberitahu initiator bahwa pesan telah diterima dgn baik (ACKnowledge). Jalur yg harus dilalui [biasanya] sama dng jalur pengiriman, namun tidak tertutup kemungkinan mempergunakan jalur lain (bisa lebih jauh atau lebih dekat). Ada bermacam jenis Router. Mediator jenis lain misalnya adalah Proxy, Switch, dsb.

* Bila Sinyal dan/atau Data yg dikirim initiator -- sengaja atau tidak -- berisi kode² yg "tidak dikehendaki" oleh penerima (atau mediator), komunikasi sangat mungkin akan diputuskan. Alamat pengirim akan dicatat, dan transmisi selanjutnya dari sumber tsb tidak akan diproses.

Mengapa anda tidak bisa connect, atau connect-nya tidak lancar, padahal jalur komunikasi oke? Apakah komputer anda bersih dari malware? Apakah kebetulan anda mendapat "identitas/alamat bekas" dari user lain yg sebelumnya telah di-filter? Apakah di tengah jalan transmisi anda dialihkan ke mediator "gadungan" tanpa sepengetahuan anda? Apakah ada aspek² tertentu pada receptor/mediator yg telah diubah pemiliknya oleh karena satu dan lain alasan sehingga "tidak seperti biasanya"? Salah setting software? Software lain berperilaku "egois" dan menghalangi komponen lainnya?


SNR Margin (SNRM)
Signal-to-Noise Ratio (SNR)

• SNR ialah Perbandingan (ratio) antara kekuatan Sinyal (signal strength) dengan kekuatan Derau (noise level). • Nilai SNR dipakai untuk menunjukkan kualitas jalur (medium) koneksi. Makin besar nilai SNR, makin tinggi kualitas jalur tersebut. Artinya, makin besar pula kemungkinan jalur itu dipakai untuk lalu-lintas komunikasi data & sinyal dalam kecepatan tinggi. • Nilai SNR suatu jalur dapat dikatakan pada umumnya tetap, berapapun kecepatan data yang melalui jalur tersebut. • SNR tidak sama dengan SNRM, namun keduanya saling berkaitan erat satu sama lainnya. • Satuan ukuran SNR dan SNRM adalah decibel (dB) <-- logarithmic. Meskipun dituliskan dengan cara/nama (label) yg berbeda² (SNR, SNR Margin, Noise Margin, Margin, Receive Margin, dsb) pada tiap merk & model modem/router ADSL, yang dilapokan oleh alat itu sebenarnya adalah nilai SNRM, bukan nilai SNR [kecuali kalau disebutkan demikian secara spesifik pada manual peralatan]. Signal-to-Noise Margin (SNRM) 1. Perbedaan (margin) atau Perbandingan Relatif antara Kekuatan Sinyal ADSL dengan Derau (noise) yang ada pada jalur komunikasi. 2. Perbedaan antara nilai SNR_Sebenarnya dari suatu jalur komunikasi dengan SNR_yg_Dibutuhkan oleh jalur tersebut supaya bisa dipakai untuk menyelenggarakan komunikasi pada suatu tingkat kecepatan tertentu. Contoh: Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB. Diketahui pula bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB. Maka dapat dihitung bahwa nilai SNRM nya adalah 25 dB, yaitu SNRM = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan = 45 dB - 20 dB = 25 dB • Mengapa ketika kecepatan koneksi kita ditingkatkan dari 384 kbps menjadi 1000 kbps ternyata SNRM yang dilaporkan modem menurun, padahal perangkat koneksi dan perkabelan tidak ada yang diganti? Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB. Diketahui bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB. Diketahui pula bahwa untuk meningkatkan kecepatan dari 384 kbps menjadi 1000 kbps dibutuhkan peningkatan SNR dari 20 dB menjadi 30 dB. Maka sekarang dapat dihitung bahwa nilai SNRM nya bukan lagi 25 dB melainkan 15 dB, yaitu SNRM (1000 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 1000 kbps = 45 dB - 30 dB = 15 dB SNRM (384 kbps) = SNR_Sebenarnya - SNR_yg_Dibutuhkan pada 384 kbps = 45 dB - 20 dB = 25 dB * Sebagian merk/model ADSL Modem/Router menunjukkan dua nilai SNRM: DownStream SNRM dan UpStream SNRM. * DownStream SNRM menunjukkan nilai SNRM pada range frekuensi yg dipakai unt menghantarkan data/sinyal dari modem di DSLAM ke modem user (data masuk dari Internet). * UpStream SNRM adalah nilai SNRM pada rangkaian frekuensi yg dipakai unt mengirimkan data/sinyal dari modem user ke modem di DSLAM (data keluar menuju Internet). * Pada umumnya, nilai SNRM terendah yang diperlukan supaya proses SYNCH (sinkronisasi frekuensi sinyal antara modem ADSL kita dengan modem di peralatan DSLAM) dapat berlangsung dengan lancar adalah ±6,0 ~ ±7,0 dB. Nilai inilah yang biasa dicantumkan oleh pembuat modem pada manual sebagai persyaratan minimal supaya modem mampu bersinkronisasi dengan perangkat penyelenggara layanan koneksi. Pada kenyataanya kondisi jaringan berbeda satu sama lainnya. Sebagian jaringan mungkin membutuhkan SNRM minimal sampai ±10 dB. * SNRM hanya dapat diukur secara benar dari sisi pelanggan, yaitu dari soket telepon di mana modem kita hubungkan. Nilainya dapat -- dan kemungkinan akan -- berfluktuasi dari waktu ke waktu karena pengaruh interferensi sinyal radio, perangkat elektrik/elektronik lain di sekitar dan disepanjang jalur yang dilalui kabel tersebut, termasuk perubahan cuaca dan iklim. TIPS 1. Bersihkan soket telp. Air seni dan kotoran hewan lainnya akan menimbulkan oksidasi logam dan jamur yg membuat kelembaban meningkat. 2. Jangan taruh soket telp di lantai atau menanamnya di tembok yg lembab. 3. Hindari jaringan kabel telp yg banyak sambungan (di dalam maupun di luar rumah). Kalau perlu ganti dgn satu lajur utuh dari tiang telp sampai ke modem. Permintaan penggantian kabel dapat diajukan ke kantor Telkom setempat, biasanya dgn menghubungi nomer 117 (namun bisa segera dilaksanakan atau tidak tergantung persediaan kabel luar setempat). Kabel listrik bertegangan tinggi yg melintang relatif dekat dgn jaringan kabel telp bisa menjadi sumber gangguan. Pemasangan kabel yg ceroboh (kendor di terminal) juga akan menimbulkan masalah. 1. Jangan taruh telp atau memasang kabelnya terlalu dekat dgn sumber radiasi elektromagnetis (speaker, AC, dsb) dan sumber gelombang radio (microwave; antena in-door, wireless handset transceiver, dsb). Untuk perkabelan, beri jarak minimal ±30cm (1 feet); taruh lebih jauh lagi kalau ada sambungan kabel terbuka (segera dibungkus isolator). 2. Jangan meletakkan handphone yg dalam keadaan aktif dekat dgn perangkat komputer, apalagi modem! Ini cenderung selalu disepelekan ... rasakan sendiri akibatnya... tongue 3. Ganti trafo lampu neon tua, apalagi kalau sudah mengeluarkan bunyi. 4. Jangan meletakkan stabiliser [terutama stabilizer elektromekanis; stavol] dekat dgn perangkat komputer (kurang dari ±1 m). Line Attenuation * Nilai LA menunjukkan seberapa jauh kualitas sinyal dari/antara modem pelanggan sampai ke perangkat DSLAM di Sentral Otomat Telkom telah terdegradasi (melemah; menurun mutunya). Sama halnya dgn penurunan beda potensial (voltage) di ujung akhir akibat penggunaan kabel listrik yg terlalu panjang tanpa penguat. * Faktor jarak sangat berperan. Yang dimaksud dgn "jarak" di sini adalah jarak total panjangnya kabel, bukan seberapa jauh rumah/kantor kita dari DSLAM dan/atau Sentral Otomat Telkom. Biarpun bangunan hanya terpisah tembok, rangkaian kabel telp bisa saja berputar dulu mengelilingi blok perumahan. Makin jauh jarak modem anda dengan peralatan di DSLAM, makin tinggi nilai redamannya, alias makin buruk keadaannya (akibat makin tingginya jumlah sinyal yang hilang/teredam/melemah disepanjang jalur). Makin rendah nilai LA, makin besar kemungkinan kita akan mendapatkan kecepatan koneksi yang lebih tinggi (karena kualitas sinyal relatif terjaga, tidak banyak teredam/hilang/melemah akibat panjangnya jalur yang harus dilalui). * Selain panjang, diameter kabel (0,3~0,6 mm) juga berpengaruh, demikian pula dgn kondisinya (oksidasi, lembab/basah, sambungan kendor, banyak sambungan, dsb). TIPS 1. Periksa/test splitter dan/atau micro-filter. Angkat gagang telp. Dengarkan suara nada pilih. Suara berdenging atau kemerosok di pesawat telp dapat menjadi salah satu indikasi kerusakan splitter. Kemudian tekan tombol 0 dan simak. Tak boleh ada suara apapun di sini. 2. Jangan pakai splitter bermutu rendah, karena malah lebih sering menimbulkan gangguan daripada melaksanakan tugas sebenarnya (memisahkan frekuensi rendah dgn frekuensi tinggi). Frekuensi Rendah unt dilalui sinyal analog (voice); Frekuensi Tinggi unt sinyal digital ADSL. 3. Radiasi elektromagnetik (EMI/EMR/EMP) yg diakibatkan oleh sambaran petir di dekat jaringan kabel Telkom, PLN, atau disekitar tempat tinggal kita, dapat merusakkan rangkaian elektronik splitter. Jika kekuatannya cukup besar, ekses akan tembus ke UPS/Stabilizer, pesawat telepon/PABX, modem/router, mainboard + peripherals komputer, dan peralatan elektronik lainnya. CATATAN TAMBAHAN * Parameter lainnya (seperti Transmit/Receive Power, dll) akan disusulkan kalau waktu dan tenaga menginjinkan serta sumber daya lain (quota bandwidth, dsb) masih tersedia. * Permasalahan koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy tidak hanya disebabkan oleh apa yg telah ditulis di atas. Cukup sering terdeteksi bahwa setelah di-trace ternyata bottle-neck (penyempitan) ada di network node milik SingTel Singapore (partner bisnis dari mana saat ini Telkom masih "kulakan" bandwidth). Lagi, jika waktu & tenaga mengijinkan bla...bla...bla... -- dan tak ada kesulitan dgn fasilitas upload image yg disediakan forum -- hasil tracing dgn signal plotter akan saya sertakan di forum sbg bahan masukan tambahan. * Telah lama diketahui bahwa pada jam² sibuk (peak hours; jam kantor; ±08:30~17:00~21:00WIB), mutu koneksi ADSL broadband TelkomSpeedy mengalami penurunan drastis akibat network congestion (kemacetan di jaringan akibat lalu-lintas pemakaian bandwidth melebihi kapasitas terpasang). Dalam hal ini jelas tak ada permasalahan teknis apapun pada semua perangkat yg terlibat (user, provider, dan partner komunikasi). Sama seperti kemacetan lalu-lintas pada jam² sibuk di ruas² jalan utama Jakarta seperti Thamrin~Sudirman, GajahMada~HayamWuruk, dsb, yg hampir setiap hari membuat pusing warga Jakarta, keadaan infrastruktur jalanan sebenarnya relatif baik² saja. Hanya jumlah pengguna yg tidak seimbang dgn kapasitas yg ada. Solusi: Berlangganan pada provider lain, unt dipakai sbg koneksi cadangan kalau jalur TelkomSpeedy sedang crowded bin letoy. Sebagai contoh, saat ini ada penawaran berbagai macam paket (Rp160.000/259.000/350.000/625.000/900.000 per bulan) koneksi broadband di situs IndosatM2. Periksa website ISP lainnya unt perbandingan. Perhatikan coverage area unt mengetahui apakah daerah anda tercakup dalam jangkauan servis mereka. Kirim e-mail atau telp unt minta informasi lebih lengkap. * Beberapa peralatan/instalasi yg potensial menjadi sumber gangguan: AC, kulkas, pompa air, kipas angin, microwave, oven elektrik, telp nirkabel (termasuk handphone), lampu fluorescent (neon), power adaptor, monitor, speaker, stabiliser elektro-mekanis, antena (segala jenis, termasuk built-in wireless antena pada laptop), pemancar radio di sekitar rumah, booster, alarm system, kabel listrik tua/terkelupas, dsb. Segala peralatan yg membangkitkan/merubah frekuensi memiliki potensi menjadi sumber gangguan -- tergantung cara pemakaian peralatan tsb oleh penggunanya, instalasi, jarak serta orientasi-nya terhadap perangkat koneksi ADSL (milik user dan/atau milik provider). Tidak jarang terjadi kondisi perangkat kita (user & provider) sebenarnya baik² saja, namun sumber interferensi-nya yg terlalu besar sehingga mengacaukan operasi normal perangkat tsb. Atau, perangkat kita yg ternyata beroperasi pada kondisi pas²-an (terlalu dekat dgn margin error) sehingga rentan terhadap perubahan sekelilingnya. Dalam keadaan seperti itu, gangguan sedikit saja sudah mampu mengacaukan keadaan yg sebelumnya tampak "normal²" saja. * Hasil Ping hanya menunjukkan Latency antara satu atau lebih titik koneksi, tidak bisa dipakai sendirian begitu saja unt menggambarkan kualitas jaringan. Latency (round-trip time) diukur dari Pengirim > Penerima > Pengirim (dari Sumber sinyal, ke Penerima, balik lagi sampai ke Pengirim). Kalau hasil ping jelek, tidak selalu berarti kualitas jaringannya yg jelek. Bisa jadi si penerima "sedang-terlalu-sibuk" (over-loaded; over-burdened) unt memberikan respons -- meskipun bisa berarti juga "under-performance", misalnya karena salah instalasi dan/atau spesifikasi platform. Atau sinyal ping corrupt di tengah jalan.

Masalah jaringan terlalu kompleks unt bisa dipecahkan/dianalisa hanya dgn satu alat ukur; apalagi jaringan global semacam InterNet[works]. Dan 100 alat ukur boleh dipakai dgn cara bagaimanapun, sepanjang "meteran" tsb tidak dikalibrasi, hasilnya tidak akan pernah akurat.

Jadi tidak perlu posting hasil ping sampai puluhan baris. Cukup beberapa baris saja (dgn packet size standar, 32 Bytes). Pelajari baik² cara penggunaan suatu network tool (ping, traceroute, netsh, whois, netperf, ttcp, dsb) supaya kita jangan sampai salah kena tuduh sbg "pengacau"... tongue Misalnya, ping berkali² ke suatu server/situs dalam jangka waktu pendek bisa diartikan sbg flooding ataupun attack.

Atau posting ping result secara tidak relevan & ber-ulang² di forum... itu bisa diartikan sbg spamming ... [walaupun aslinya mungkin dilakukan karena masalah tidak/belum tahu saja]. Seribu baris ping result di-posting di forum sekalipun tidak bakal merubah keadaan, hanya akan "mengotori" rumah sendiri, ... toh bukan kita yg punya TelkomSpeedy,

Thursday, January 06, 2011

CLONEZILLA



Clonezilla adalah perangkat lunak open source untuk meng-cloning, serta melakukan backup dan recovery harddisk . Software ini bersumber pada distro Debian Live, DRBL, Partition Image, ntfsclone, dan udpcast. Clonezilla dirancang oleh Steven Shaiu dan dikembangkan oleh NCHC Free Software Labs di Taiwan. Kalau dalam software proprietary, software ini serupa dengan Norton Ghost. Clonezilla dapat di unduh di http://www.clonezilla.org/download/
Fitur ClonezillaBebas (GPL) Software.
1.Filesystem yang didukung: (1) ext2, ext3, ext4, reiserfs, Reiser4, xfs, jfs dari GNU / Linux, (2) FAT, NTFS dari MS Windows, (3) HFS + dari Mac OS, (4) UFS FreeBSD, NetBSD , dan OpenBSD, dan (5) VMFS dari VMWare ESX. Oleh karena itu Anda dapat clone GNU / Linux, MS windows, berbasis Intel Mac OS, dan FreeBSD, NetBSD, dan OpenBSD, tidak peduli itu 32-bit (x86) atau 64-bit (x86-64) OS.
2.Mendukung LVM2 (sedangkan LVM versi 1 tidak)
3.Mendukung Grub (versi 1 dan versi 2)
4.Mendukung sistem Multicast pada Clonezilla SE, yang cocok untuk clone massal. Anda juga dapat meremote penggunaannya, untuk membackup atau merestore sekelompok komputer jika PXE dan Wake-on-LAN didukung pada klien Anda.
5.Dibuat berdasarkan partclone , Partimage , ntfsclone , dan dd untuk clone partisi. Tidak hanya itu, Clonezilla juga berisi beberapa program lain, yang dapat menyimpan dan mengembalikan tidak hanya partisi, tetapi juga seluruh disk.
6.Dengan menggunakan free software drbl-winroll, hostname, group, dan SID dari clone MS windows dapat otomatis ikut serta terdeteksi.
Keterbatasan
1.Partisi tujuan harus sama atau lebih besar dari satu sumber.
2.Diferensial / incremental backup belum diimplementasikan.
3.Online imaging / cloning belum diimplementasikan. Partisi yang akan dicitrakan atau dikloning harus unmount.
4.Software RAID / RAID fake tidak didukung secara default. Tapi dapat dilakukan secara manual saja.
5.Karena keterbatasan format image, image tersebut tidak dapat dieksplorasi atau dimount.
Memulai Clone HDD
Diasumsikan kita telah melakukan booting pada media penyimpanan Clonezilla baik itu via cd, usb,hdd,dan dsb. Maka akan tampil seperti ini :
1.Arahkan Pointer ke "Clonezilla live( default setting,VGA 1024x768)", Kemudian enter
2. Pilih lah bahasa yg di kehendaki "en_us.UTF-8 English", enter
3.Silahkan pilih keyboard mapping sesuai kebutuhan. Pada default keymap yang digunakan adalah US English. Maka dari itu, biarkan pilihan tetap pada "Don’t touch keymap", lalu tekan Enter.
4.Pilihlah mode Start Clonezilla untuk memulainya "Start_Clonezilla Start Clonezilla". Kemudian Enter. 
5.>>device-image : clone / restore disk atau partisi ke atau menggunakan image.
   >>device-device : clone / restore disk ke disk, atau partisi ke partisi.
pilih salah satunya kemudian enter




Wednesday, January 05, 2011

Menyembunyikan Log Off
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > Binary Value dan beri nama NoLogOff.
Klik ganda pada NoLogOff dan masukkan angka 01 00 00 00 pada bagian Value Data.

Menyembunyikan Menu Turn Off Computer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoClose.
Klik ganda NoClose dan beri angka 1 pada Value Data.

Otomatis Mematikan Aplikasi Yang Not Responding
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop
HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop
Klik ganda AutoEndTasks dan masukkan angka 1 pada Value Data.

Menonaktifkan Task Manager
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Policies\System
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\Curr entVersion\Policies\System
Buatlah DWORD Value baru dan beri nama DisableTaskMgr.
Klik ganda DisableTaskMgr dan masukkan 1 pada Value Data.

Menyembunyikan Device Manager
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies
Pilih menu Edit > New > Key dan beri nama System.
Di subkey System buatlah sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoDevMgrPage.
Klik ganda NoDevMgrPage dan masukkan angka 1 pada Value Data.


Menyembunyikan Menu Find
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoFind.
Kemudian klik ganda pada DWORD Value tersebut dan berikan angka 1 untuk mengaktifkannya. Restart komputer.

Menonaktifkan Klik-kanan Pada Desktop
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoViewContextMenu.
Klik ganda pada NoViewContextMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.

Menghilangkan Tanda Anak Panah Pada Ikon Shortcut
HKEY_CLASSES_ROOT/Inkfile
HKEY_CLASSES_ROOT/piffile
Ubah nama IsShortcut menjadi IsShortcuts.

Menonaktifkan Menu Properties My Computer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoPropertiesMyComputer.

Klik ganda NoPropertiesMyComputer dan masukkan angka 1 pada Value Data.
HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoPropertiesMyComputer.
Klik ganda NoPropertiesMyComputer dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Jika key Explorer tidak ada, buat yang baru dengan mengklik menu Edit > New > Key dan beri nama Explorer.

Menonaktifkan Display Properties
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies
Pada bagian subkey Policies, buat sebuah key baru dengan cara Edit > New > Key dan beri nama System.
Kemudian di subkey System, buatlah sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoDispCPL.
Klik ganda NoDispCPL dan masukkan angka 1 pada Value Data.

Menyembunyikan Drive
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Pilih Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoDrives.
Klik ganda NoDrives dan tentukan drive mana yang ingin dihilangkan pada Value Data.
Contoh: jika ingin menghilangkan drive E:, masukkan angka 16 pada Value Data.
Kombinasi angka pada Value Data adalah sebagai berikut:
A: > 1
B: > 2
C: > 4
D: > 8
E: > 16
F: > 32
G: > 64
H: > 128
I: > 256
J: > 512
K: > 1024
L: > 2048
M: > 4096
Semua: > 67108863

Mempercepat Proses Shutdown Windows XP
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentControlSet/Control
Klik ganda WaitToKillServiceTimeout dan ubah nilainya menjadi lebih rendah dari 2000.

Menonaktifkan Fungsi AutoRun
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik ganda NoDriveTypeAutoRun dan masukkan angka 95 pada Value Data.

Mematikan Secara Otomatis Program Not Responding
HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop
Klik ganda AutoEndTasks dan masukkan angka 1 pada Value Data.

Menuliskan nama kita di SYSTRAY
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\International
"s1159"="Spyro"
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\International
"s2359"="Spyro"
HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\International
"sTimeFormat"="HH:mm:ss tt"

Menskip Registrasi Windows XP
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\WindowsNT\CurrentVersion
"RegDone"="1"

Menghiasi Toolbar Windows Explorer dengan gambar
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Toolbar
"BackBitmapShell"="C:\GAMBARMU.bmp"
:::: Ganti C:\GAMBARMU.bmp dengan lokasi file .bmp yang akan anda pergunakan sebagai background

Mendisable MSDOS
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\WinOldApp
"Disabled"=dword:00000001

Mengganti Icon Drive A
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Explorer\Shell Icons

"6"="letak icon"

Mengganti Icon Recycle Bin
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Explorer\CLSID\ {645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}
Akan muncul tiga value yaitu: Default, Empty, dan Full. Klik dobel satu-persatu lalu pada box isian yang muncul isikan lokasi file iconmu misal C:\MyIcon.ico

mengunci Display Properties
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System
"NoDispCPL"=dword:00000001

Mendisable Shut Down
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
"NoClose"=dword:00000001

Menyembunyikan tombol start
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
"NoStartBanner"=hex:01,00,00,00

atau
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
"NoInstrumentation"=dword:00000001

Menyembunyikan Icon pada Desktop
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
"NoDesktop"=dword:00000001

Mendisable Klik-kanan pada taskbar
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
"NoTrayContextMenu"=dword:00000001

Mendisable klik-kanan pada pada Windows Explorer dan Desktop
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
"NoViewContextMenu"=dword:00000001

Menghilangkan tanda panah pada Shortcut
Buka registry editor, hapus string value "IsShortcut" yang ada di dalam subkey "lnkfile" dan "piffile" pada key "HKEY_CLASSES_ROOT" dari registry windows Kamu.